Teknik Pengolahan Biomassa dari Limbah Serbuk Kayu yang Berpotensi

Sortasi Biomassa

Sortasi dilakukan untuk pembersihan benda asing yang akan tercampur ke dalam biomassa, sortasi bahan tersebut dilakukan secara manual agar menghasilkan bahan yang seragam sehingga dihasilkan mutu pelet yang seragam pula.

 

Pencacahan

Pencacahan dilakukan dengan mesin chaff cutter dengan tujuan untuk memotong serbuk kayu agar mudah digiling dan dihancurkan. Pencacahan juga bertujuan untuk memudahkan pengeringan serbuk kayu karena bahan yang terpotong akan memungkinkan kandungan air mudah keluar bila serbuk kayu masih belum kering. Pencacahan dilakukan dengan mesin chaff cutter dengan kapasitas 300 kg/jam basah.

 

Manfaat Abu Sekam Bahan Baku Abu Silika Harganya Cukup Tinggi

 

Pengeringan Dan Penimbangan

Pengeringan bahan dilakukan guna mendapatkan tingkat kekeringan yang seragam dari serbuk kayu dengan kadar air maksimum 14 % (basis basah) sehingga diperoleh tekstur pelet yang kuat serta bisa dihasilkan emisi yang rendah (low emission) (Amin, Gnouyaro, Georges, dan Faïçal, 2014). Pengeringan serbuk kayu dilakukan dengan menggunakan alat pengering batch dryer kapasitas 500 kg.

 

Pengecilan Ukuran (Penggilingan)

Pengecilan ukuran atau penggilingan dilakukan dengan mesin hammer mill yang bertujuan untuk memperkecil ukuran serbuk kayu sehingga bahan mudah diaduk dengan merata dan menjadikan pelet lebih padat ketika dipres dengan menggunakan pelletizer.

 

Kapasitas mesin hammer mill adalah 200 kg/jam. Hasil penggilingan bahan serbuk kayu dengan hammer mill selanjutnya dimasukkan ke dalam cyclone atau dust collector untuk memisahkan debu dari biomassa serbuk kayu.

 

Pengayakan Dan Mixing

Pengayakan dilakukan untuk memperoleh ukuran yang seragam sehingga memudahkan pembentukan pelet. Ukuran saringan ayakan yang digunakan adalah mesh 60. Pengadukkan atau mixing dilakukan untuk homogenisasi bahan biomassa dalam pelet sehingga pelet mempunyai kandungan energi yang seragam pada saat dibakar (gasifikasi).

 

Mixing dilakukan dengan cara pencampuran bertahap dimulai dengan biomassa serbuk kayu, minyak jelantah dan pati. Pengadukan seluruh bahan baku berlangsung selama 10 menit.

 

Pelletizing

Pelletizing dimaksudkan untuk membentuk bahan bakar padat serbuk kayu dalam bentuk pelet dengan ukuran (dimensi) panjang 3 – 4 cm serta diameter 6 mm – 8 mm. Pembuatan pelet dilakukan dengan mesin pelletizer.

 

Pendinginan Dan Pengepakan

Pendinginan dilakukan untuk menghilangkan kandungan air yang ada di permukaan pelet hasil pengepresan dengan pelletizer. Pengepakan dilakukan untuk mengemas dalam plastik dan karung agar pelet tidak menyerap air atau mencegah peningkatan kadar air pelet.

 

Pelet biomassa serbuk kayu yang diperoleh dari proses peletisasi mempunyai densitas energi yang lebih besar dibandingkan serbuk kayu. Hal ini menguntungkan karena energi yang disimpan menjadi lebih besar dibandingkan serbuk kayu. Peningkatan nilai kalor pada pelet biomassa serbuk kayu hasil peletisasi mengalami peningkatan energi sebesar 5,5 kali.

 

Jual Biomass Indonesia Mitra Terpercaya dalam Pasokan Biomassa

 

Analisis tekno ekonomi menunjukkan bahwa usaha produksi pelet biomassa serbuk kayu layak dijalankan dengan parameter NPV sebesar Rp 746.461.783.040,-, IRR 35,63 %, dan Pay back period (PBP) 2,81 tahun.

 

Unit usaha akan lebih menguntungkan apabila dioperasikan dengan 2 atau 3 shift, dengan nilai IRR untuk 2 shift menjadi 74,72% dan PBP 1,34 tahun. Berdasarkan analisis sensitivitas, usaha tsb sangat sensitif terhadap parameter biaya perubahan harga jual pelet, rendemen produksi pelet dan jumlah hari kerja dalam setahun.

 

Informasi pembelian Biomass, Abu Sekam Padi, Limbah Kayu, Sekam Padi, anda dapat langsung menghubungi kami serta memesanya secara langsung di website resmi kami www.biomassutama.com dan hubungi layanan kami di nomor di +62811-9635-333: Suhandi dan +62811-8607-819: Eka Prasetyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *